Category: Berita Utama

  • Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Seskab Teddy di Garis Depan Hadapi Kritik Publik

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).

    Foto: BPMI Setpres

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Pangkalan Angkatan Udara Galeao, Rio de Janeiro, Senin (7/7/2025).

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sering berada di garis depan saat banyak kalangan justru mengambil jarak dari polemik kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Ia dianggap berani ‘pasang badan’ ketika kritik publik menerpa.

    Langkah yang diambil Teddy, ujar pengamat komunikasi politik dan Direktur ksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara memperlihatkan keberanian sekaligus konsistensi menjalankan fungsi Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik.

    ‘’Seskab mampu menjalankan fungsinya sebagai mediator kebijakan Presiden ke masyarakat. Itu diapresiasi publik,’’ katanya, Senin (9/3/2026). Teddy, jelas dia, kerap tampil ketika muncul berbagai kritik terkait kebijakan pemerintah.

    Contohnya, soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Igor, Teddy mampu memberikan penjelasan kepada publik dengan baik. Baginya, langkah Teddy ini merupakan keberanian. Berdiri di ruang publik pada saat pemerintah menjadi target kritik.

    “Kehadiran Seskab yang menjelaskan langsung perspektif Presiden membantu publik memahami tujuan kebijakan dengan utuh,” katanya menegaskan.

    Dalam konteks ini, komunikasi Teddy terhadap publik bukan sekadar membela administrasi pemerintahan. Lebih jauh, jelas Igor, Teddy menjaga agar visi besar Presiden tidak terdistorsi berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.

    Teddy pun ia anggap memahami arah kebijakan dan prioritas Presiden sehingga penjelasannya menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami posisi resmi pemerintah. Peran Teddy ini penting agar masyarakat tahu gambaran utuh kebijakan Presiden.

    Kehadiran Teddy sebagai sosok yang selalu memberikan penjelasan atas visi Presiden, dibutuhkan dalam pemerintahan modern seperti sekarang ini. ‘’Tidak semua pejabat bersedia mengambil peran komunikasi di tengah tekanan kritik publik,’’ ujar Igor.

    Igor menyebut, kehadiran Seskab memaparkan penjelasan soal kebijakan pemerintah, ia pandang sebagai bagian untuk meningkatkan transparansi pemerintah.

    Komunikasi aktif yang dilakukan Teddy, jelas dia, menggambarkan Seskab tak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, juga memainkan peran strategis dalam memastikan pesan dan visi Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.

  • Seskab Teddy Dinilai Berani Pasang Badan Jelaskan Kebijakan Presiden Prabowo

    Seskab Teddy Dinilai Berani Pasang Badan Jelaskan Kebijakan Presiden Prabowo


    Peran Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dinilai semakin menonjol di tengah derasnya kritik publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah pengamat menilai Teddy tampil di garis depan untuk menjelaskan arah kebijakan pemerintah sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat.

    Pengamat komunikasi politik sekaligus Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menyebut Teddy menunjukkan keberanian politik dengan tidak mengambil jarak dari polemik kebijakan. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan fungsi strategis Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik, terutama saat muncul perdebatan tajam di ruang publik.

    Igor mencontohkan ketika program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan publik. Dalam situasi tersebut, Teddy tampil memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai tujuan dan arah kebijakan pemerintah. Sikap ini dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus menjaga agar visi Presiden tidak terdistorsi oleh berbagai narasi yang berkembang.

    Lebih jauh, Igor menilai komunikasi aktif yang dilakukan Teddy mencerminkan peran Seskab tidak hanya sebatas administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan pesan kebijakan Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat. Di tengah tekanan kritik publik, kehadiran figur yang mampu menjelaskan visi Presiden secara langsung dinilai menjadi elemen penting untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

     

     

  • Polda Metro Jaya Sejukkan Bulan Suci Ramadhan Dengan Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Tim Sholawat Dalam Penyampaian Aspirasi

    Polda Metro Jaya Sejukkan Bulan Suci Ramadhan Dengan Kedepankan Pendekatan Humanis Dan Tim Sholawat Dalam Penyampaian Aspirasi

     

    JAKARTA – Pemandangan menyejukkan terlihat dalam pengamanan pelayanan penyampaian aspirasi oleh berbagai elemen masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (4/3). Memasuki bulan suci Ramadhan, Polda Metro Jaya menerapkan pola pengamanan progresif yang jauh dari kesan kaku. Alih-alih barikade yang intimidatif, para personel yang bertugas tampil religius dengan mengenakan peci dan syal bagi polisi laki-laki, serta jilbab bagi Polwan, sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhidmatan bulan puasa.

    Langkah inovatif ini diperkuat dengan hadirnya Tim Sholawat Polda Metro Jaya yang bertugas sebagai tim negosiator di garda terdepan. Dialog persuasif yang dibawakan oleh tim negosiator ini menggantikan instruksi-instruksi keras, menciptakan atmosfer dialogis yang tenang antara aparat dan massa aksi. Pendekatan ini merupakan wujud nyata instruksi Kapolda Metro Jaya untuk senantiasa mengedepankan perlindungan, sisi humanis, serta penghormatan tinggi terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dalam setiap giat pelayanan masyarakat.

     

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa prosedur pengamanan hari ini dilakukan dengan standar keselamatan ketat namun tetap lembut secara persuasif. Seluruh personel yang terlibat dipastikan tidak diperbolehkan membawa senjata api (senpi) maupun peluru tajam. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara yang sedang menunaikan hak konstitusionalnya di muka umum.

    “Penyampaian aspirasi adalah hak konstitusi seluruh elemen masyarakat yang dijamin oleh Undang-Undang. Namun, karena saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan, kami mengharapkan suasana yang lebih sejuk, damai penuh toleransi. Kami menerjunkan personel dengan atribut religi dan tim sholawat agar komunikasi dengan massa aksi terjalin lebih harmonis dan tetap dalam koridor saling menghormati,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (4/3).

    Polda Metro Jaya juga terus memberikan imbauan secara persuasif agar peserta aksi tetap tertib dalam menyampaikan poin-poin aspirasinya. Pihak kepolisian menitipkan pesan agar massa tetap menjaga fasilitas umum serta menghormati hak-hak pengguna jalan lainnya yang tengah menjalankan ibadah puasa. Kolaborasi antara kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi dan pelayanan humanis dari Polri terbukti mampu menjaga situasi tetap kondusif tanpa gesekan berarti.

    Pelayanan pengamanan berbasis religi tersebut mendapat apresiasi positif karena dinilai efektif menurunkan tensi ketegangan di lapangan. Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan bahwa pola pengamanan progresif ini akan terus dipertahankan sebagai standar pelayanan Polda Metro Jaya dalam mengawal demokrasi yang sehat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

  • Apresiasi Dari Polda Metro Jaya untuk Mahasiswa: Menjaga Aspirasi Tetap Damai dan Bermartabat di Jakarta

     

    Apresiasi Dari Polda Metro Jaya untuk Mahasiswa: Menjaga Aspirasi Tetap Damai dan Bermartabat di Jakarta

    Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi di Jakarta dengan cara yang aman, tertib, dan damai. Penyampaian pendapat di ruang publik merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokratis, dan kedewasaan yang ditunjukkan para mahasiswa menjadi cerminan bahwa aspirasi dapat disuarakan secara santun serta bertanggung jawab.

    Dalam prosesnya, dinamika di lapangan tentu tidak dapat dihindari. Namun, semangat untuk tetap menjaga ketertiban bersama menunjukkan komitmen semua pihak dalam menciptakan suasana yang kondusif. Sikap saling menghargai antara peserta kegiatan dan aparat yang bertugas menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

    Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bersama. Peran tersebut dijalankan dengan mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif, sehingga setiap kegiatan dapat berlangsung tanpa mengganggu kepentingan umum.

    Momentum ini memberikan pelajaran berharga bahwa kesabaran, komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab merupakan fondasi penting dalam menjaga harmoni di ruang publik. Ketika aspirasi disampaikan dengan cara yang bermartabat, maka pesan yang ingin disuarakan dapat diterima dengan lebih baik dan tetap menjaga ketenangan bersama.
    Ke depan, semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga. Jakarta sebagai ibu kota memiliki dinamika yang tinggi, sehingga kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, dan aparat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh rasa saling menghormati.

    #PoldaMetroJaya
    #PolriUntukMasyarakat
    #JagaJakarta
    #AspirasiDamai

  • Polda Metro Jaya Tekan Angka Tawuran di Jakarta

    Polda Metro Jaya Tekan Angka Tawuran di Jakarta

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (SinPo.id/Firdausi)

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (SinPo.id/Firdausi)

    Polda Metro Jaya Tekan Angka Tawuran di Jakarta

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, satgas anti tawuran yang dibentuk Kapolda Metro Jaya sejak periode 12 Februari berhasil menekan angka tawuran di wilayah Jakarta dan mencegah munculnya korban jiwa.

    “Sepanjang periode 12 hingga 23 Februari 2026, petugas secara intensif menyisir titik-titik rawan. Terbukti efektif dalam memetakan potensi gangguan keamanan sebelum pecah menjadi konflik fisik di jalanan,” kata Budi kepada wartawan, Selasa, 24 Februari 2026.

    Menurut Budi, selama masa kerja, satgas telah berhasil mencegah terjadi tawuran di sejumlah wilayah di Jakarta dan mengamankan beberapa remaja.

    “Kami menyita sejumlah barang bukti senjata tajam. Saat ini para pelaku telah diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

    Keberhasilan anggota, kata Budi, tak terlepas dari keterlibatan aktif warga dan para tokoh, sehingga gerakan satgas ini membuahkan hasil positif.

    “Ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi antara aparat penegak hukum dan warga demi keamanan lingkungan,” terangnya.

    Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri membentuk satuan tugas (satgas) anti tawuran setelah menggelar Apel Kamtibmas beberapa waktu lalu. Satgas ini terdiri dari anggota Brimob, Sabhara, hingga melibatkan sejumlah elemen masyarakat.

  • Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadhan Dan Jaga Ibukota Jakarta

    Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadhan Dan Jaga Ibukota Jakarta

    Apel Siaga Kamtibmas Sambut Ramadhan, Perkuat Sinergitas Polri dan Elemen Masyarakat Jaga Keamanan Ibu Kota

    Example 468x60

    Jakarta, Kicaunews.com -Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H, jajaran kepolisian melaksanakan kegiatan Apel Siaga Kamtibmas yang berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Kegiatan ini mengusung tema “Jaga Ibukota Jakarta untuk Indonesia” sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif menjelang bulan suci.

    Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Irjen Pol Asep Edi Suheri dan dihadiri Wakapolda Metro Jaya, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti Potmas, organisasi kemasyarakatan, ojek online, nelayan, Saka Bhayangkara, pelajar, dan Pramuka. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas elemen dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadhan.

    Dari jajaran Polres Tangerang Selatan, kegiatan diikuti oleh Kasat Binmas AKP Warno bersama para Kanit Binmas dan Kanit Intel yang mendampingi massa Potensi Masyarakat wilayah Tangerang Selatan. Kehadiran unsur masyarakat tersebut menjadi simbol kuatnya sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

    Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan Apel Siaga Kamtibmas merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. “Melalui sinergitas dan kebersamaan, kami optimis situasi kamtibmas khususnya menjelang Ramadhan dapat terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

    Kegiatan Apel Siaga Kamtibmas ini menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh unsur masyarakat dapat terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sehingga pelaksanaan ibadah Ramadhan dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh kedamaian.

  • Jaga Iklim Investasi, Kapolri Pantau Praktik Saham Gorengan di Pasar Modal

    Jaga Iklim Investasi, Kapolri Pantau Praktik Saham Gorengan di Pasar Modal


    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan peringatan kepada para pelaku kejahatan di sektor keuangan. Dalam rangkaian Rapim Polri 2026, dia menegaskan Polri kini memantau ketat pergerakan pasar modal, terutama praktik manipulasi atau ‘saham gorengan’ yang merugikan investor.
    “Kita terus perhatikan dan mengikuti bagaimana fluktuasi pasar modal. Kita terus ikuti siapa yang potensial untuk kemudian kita pantau lebih lanjut,” kata Jenderal Sigit di sela Rapim Polri 2026 di TMII, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).

    Sigit menekankan praktik saham gorengan adalah tindakan yang sangat merusak iklim investasi di Indonesia. Menurutnya, Polri berkomitmen untuk menjaga agar fundamental pasar saham tetap sehat tanpa adanya gangguan dari spekulan yang bermain curang.

    “Khususnya terkait dengan tindakan-tindakan yang arahnya ke permainan saham gorengan ya, yang tentunya itu tidak bagus,” tegasnya.

    Lebih lanjut, mantan Kabareskrim ini menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan demi melindungi para investor dan memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil. Polri ingin memastikan bahwa saham-saham dengan fundamental baik dapat tumbuh secara alami tanpa tekanan dari praktik manipulatif.

    “Di satu sisi kita mendorong untuk saham-saham fundamental terus bisa terjaga dengan baik. Sehingga kemudian fundamental dari pasar saham juga betul-betul bisa terjaga,” tambah Sigit.

    Meski pengawasan dilakukan secara menyeluruh, Kapolri menyebutkan bahwa teknis pengusutan tindak pidana di pasar modal akan ditangani oleh tim khusus di bawah jajaran Reserse. Polri akan melakukan koordinasi intensif untuk memetakan potensi pelanggaran hukum di bursa.

    “Kalau pengusutan tindak pidana pasar modal, saya kira nanti itu segmen tersendiri ya di Reserse,” jelasnya.

    Selain isu pasar modal, dalam Rapim Polri 2026 ini, Kapolri juga menyoroti sejumlah agenda strategis lainnya, mulai dari pengamanan program ketahanan pangan, pengawasan lifting minyak, hingga antisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan.

    Kapolri menegaskan kesiapan Korps Bhayangkara untuk mengawal dan menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.

    Polri memiliki komitmen untuk mendukung dan mengawal penuh program kerja pemerintah, khususnya di bidang swasembada pangan, di bidang swasembada energi, dan juga hilirisasi, dan program-program lain yang tercatat di dalam program-program prioritas yang ada di rencana kerja pemerintah.

    “Intinya, tentunya kami menyadari bahwa dengan program kerja pemerintah yang menjadi rencana kerja Bapak Presiden ini, kita harapkan Polri bisa mendukung pelaksanaannya dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi,” kata Jenderal Sigit.

    “Di satu sisi juga pertumbuhan ekonomi bisa berjalan dengan baik apabila stabilitas Kamtibmas semuanya tetap terjaga. Kolaborasi ini menjadi sangat penting untuk Indonesia bisa menjadi negara yang berdaulat dan sejahtera,” sambungnya.

  • Narasi News : Kapolri Buka Rapim Polri 2026, Siap Sukseskan Rencana Kerja Pemerintah

    Kapolri Buka Rapim Polri 2026, Siap Sukseskan Rencana Kerja Pemerintah

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026. (Dok Istimewa)

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026. Dalam arahannya, dia menegaskan kesiapan Korps Bhayangkara untuk mengawal dan menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026.

    Agenda Rapim Polri Tahun 2026 digelar di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026). Prosesi pembukaan rapim dilakukan secara simbolis oleh Kapolri, didampingi oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran.

    Tahun ini, Rapim Polri mengangkat tema ‘Polri Presisi Siap Mengamankan, Mendukung dan Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026’. Sebanyak 272 personel hadir dalam agenda tahunan ini, mulai dari Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, para Kapolda dari seluruh Indonesia, hingga perwakilan Kompolnas.

    “Di dalam Rapim TNI-Polri, ada 18 arahan yang salah satunya ada beberapa yang menjadi tugas pokok Polri dan tentunya yang menjadi kerja pemerintah,” kata Jenderal Sigit kepada wartawan di sela Rapim Polri 2026 di lokasi.

    “Oleh karena itu, hari ini kami menindaklanjuti apa yang menjadi direktif Bapak Presiden, khususnya terkait dengan rencana kerja pemerintah yang akan terus kami dorong untuk betul-betul bisa berjalan dengan sukses,” sambungnya.

    Di antaranya adalah mempercepat pembangunan SPPG pada wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) untuk mendukung program MBG, program ketahanan pangan (jagung), serta hilirisasi sampah menjadi energi.

    Selain itu, mengawal ekonomi, di antaranya dengan mencegah kebocoran anggaran negara, dan menjaga stabilitas pasar modal dari praktik ‘saham gorengan’, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok khususnya menjelang bulan Ramadan melalui Satgas Pangan.

    Rapim Polri 2026 menghadirkan deretan menteri Kabinet Merah Putih sebagai narasumber. Fokus utama diskusi dibagi menjadi dua sesi besar, yakni penguatan ekosistem pangan dan kedaulatan energi.

    Pada Sesi I, sejumlah tokoh penting hadir memaparkan materi, di antaranya Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, hingga Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Mereka membahas strategi transformasi pangan menuju swasembada nasional.

    Memasuki Sesi II, pembahasan beralih ke isu strategis lainnya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dijadwalkan hadir memaparkan strategi akselerasi hilirisasi industri dan transisi energi bersih.

    Tak hanya membahas koordinasi lintas sektoral, Kapolri dan Wakapolri dalam agenda ini juga akan menyampaikan paparan kepada internal Polri dalam mendukung, mengamankan dan menyukseskan RKP 2026. Sejumlah pejabat tinggi seperti Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran, Astamarena Kapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, hingga Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim juga akan mengisi materi.

    Hingga berita ini diturunkan, rangkaian Rapim Polri 2026 masih berlangsung dengan agenda diskusi panel. Acara hari pertama dijadwalkan ditutup sore nanti setelah sesi penyerahan cinderamata oleh Kapolri kepada para panelis dan moderator.

  • Kunjungan ke Srengseng Jakbar, Kapolda Metro Ajak Warga Jaga Jakarta

    Kunjungan ke Srengseng Jakbar, Kapolda Metro Ajak Warga Jaga Jakarta

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi berkunjung ke wilayah slum area di Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempererat silaturahmi TNI-Polri dengan masyarakat, sekaligus menguatkan komitmen untuk ‘Jaga Jakarta’.
    Kapolda Irjen Asep Edi dan Pangdam Mayjen TNI Deddy Suryadi didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Pada kesempatan itu, Kapolda dan Pangdam sempat berbincang hangat dengan warga di Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Maju Bersama.

    Suasana penuh keakraban terlihat saat Kapolda dan Pangdam makan ngariung bareng sambil lesehan dengan warga. Momen ini menunjukkan tak ada sekat antara Polri dan TNI dengan masyarakat.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suherai dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi bersilaturahmi dengan warga di Srengseng, Jakbar, Jumat (30/1/2026). Di momen itu, Kapolda dan Pangdam juga membagikan sembako kepada warga. Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Kegiatan diawali dengan pembacaan doa. Selanjutnya, Irjen Asep dan Mayjen Deddy makan nasi kotak bersama warga.

    Pada kesempatan itu, Irjen Asep juga turut memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan itu berupa paket sembako bagi warga, perlengkapan sekolah untuk para siswa, dan sarana pendidikan berupa satu unit televisi 55 inci lengkap dengan bracket serta satu unit laptop untuk sekolah.

    Irjen Asep menyampaikan kunjungan tersebut tak hanya mempererat hubungan TNI-Polri dan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi aparat dengan masyarakat, terutama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suherai dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi bersilaturahmi dengan warga di Srengseng, Jakbar, Jumat (30/1/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    “Negara harus hadir bukan hanya saat ada persoalan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan kepedulian, kebersamaan, dan perhatian. Inilah makna kehadiran Polri dan TNI di tengah masyarakat,” ujar Irjen Asep Edi.

    Dalam momen ini juga, Irjen Asep Edi turut memberikan penghargaan kepada anggota Pokdar Kamtibmas Polsek Kembangan yang dinilai berdedikasi membantu tugas kepolisian, termasuk dalam pengungkapan kasus curanmor dan pencegahan aksi tawuran. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penguatan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas.

    TPA Maju Bersama sendiri merupakan pusat pembinaan anak-anak yang dirintis sejak 2019 oleh Aiptu Agus Riyanto, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kembangan. Selain sebagai tempat pendidikan keagamaan, TPA ini berkembang menjadi ruang pembentukan karakter, pendidikan dasar, serta ruang aman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di kawasan Kampung Sawah Balong.

  • MCI Media : HD Net : Indonesian News : Narasi Media : Agum Gumelar ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

    Agum Gumelar ke Wakapolri: Kedudukan Polri di Bawah Presiden

     

    Jakarta — Kamis, 29 Januari 2026

    Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri dan PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.

    “Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.

    Langkah Nyata Wakapolri Dorong Transformasi Polri

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan untuk mendorong transformasi menyeluruh di tubuh Polri, antara lain:

    1. Penguatan SDM dan Pendidikan
    Pembenahan sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian.

    2. Transformasi Kultural dan Etika Profesi
    Penguatan pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan guna menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas kepada seluruh personel.

    3. Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas
    Peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kepercayaan publik.

    4. Modernisasi Sarana dan Prasarana
    Modernisasi fasilitas operasional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sistem pendukung tugas kepolisian.

    5. Transformasi Digital
    Percepatan digitalisasi layanan publik, pengawasan, dan manajemen organisasi guna menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien.

    6. Penguatan Fungsi Operasional
    Peningkatan kualitas Harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjawab harapan Presiden dan masyarakat.

    “Transformasi Polri adalah proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.